Rabu, 30 Maret 2016

Topiknya adalah konservasi satwa. Satwa langka semakin terancam punah,
penjualan satwa oleh oknum tidak bertanggung jawab seolah tak

terbendung. Di tambah hobi manusia mengkoleksi satwa langka dan
memelihara mereka untuk gengsi-gengsian. Bagaimana pendapatmu dan apa
yang akan kamu lakukan untukmelindungi satwa?


Mhd Faisal S Sinurat, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMSU

Kalaulah data-data diatas benar, pengawasannya sejauh mana sudah

dibuat lembaga konservasi satwa, saya tidak tahu secara pasti undang
undang soal perlindungan satwa ini memiliki efek hukum jera atau
tidak, sosialisasinya sudah sejauh mana perihal satwa yg tidak boleh
di pelihara. Pendapat saya apabila hal ini tidak di antisipasi secara
tegas pasti hewan langka akan punah, sosialisasi tentang pelindungan
satwa ini harus lebih di gencarkan melalui media, kita bisa merangkul
para pelaku seni untuk bisa membuat masyarakat lebih menaruh
perhatiannya pada keadaan ini.


Hal ini penting agar masyarakat lebih awas terhadap tindakan pemburuan

satwa. Namun, yang di sayangkan ada juga tokoh masyarakat terlibat
dalam hal ini. Kita tidak bisa membiarkan para pelaku yang memiliki
kekuatan materi untuk menjarah warisan alam kepada anak cucu kita di
masa depan, apalagi hal ini terjadi hanya untuk mengikuti tren dan
gengsinya untuk mendapat status sosial.


Mungkin yang bisa kita lakukan membuat brand atau slogan perihal

perlindungan satwa yang dilindungi di media sosial ini seperti
contohnya "anjing adalah teman bukan untuk di makan" yang dilakukan
para pecinta anjing saat ini.


Reza Aprilliandi Gultom, Mahasiswa Non-dik Kimia Unimed

Menurut saya, sangat tidak setuju dengan tindakan mengoleksi satwa

langka dengan alasan gengsi. Karena sangat mengancam jumlah populasi
satwa tersebut. Selain itu, apabila dipelihara secara berkepanjangan,
maka pola hidup satwa tersebut akan berubah. Bisa saja apabila
dilepaskan kembali kembali ke alam bebas hewan tersebut tidak lagi
mampu beradaptasi dengan alam liar. Bahkan mengalami kematian.


Akibat perubahan pola hidup yang terbiasa di dalam kandang itu. Pola

makan yang berubah, bahkan keadaan lingkungan yang berubah. Kemudian
masalah penanggulangan, yang diperlukan adalah peran penting
pemerintah di bidang terkait. Misalnya, untuk membantu pusat-pusat
konservasi.


Karena berdasarkan pengamatan saya, pusat konservasi sangat sedikit

yang dikelola oleh pemerintah, umumnya dikelola oleh pihak swasta dan
bahkan kebanyakan di Indonesia pusat konservasi itu dikelola oleh
pihak asing. Kemudian adanya penyuluhan-penyuluhan langsung kepada
masyarakat yang bertujuan mengajak masyarakat agar tidak memelihara
satwa-satwa langka dan menjaga kelestariannya.


Kemudian merevisi UU tentang pelanggaran-pelanggaran terhadap

satwa-satwa langka agar oknum-oknum yang menggunakan satwa-satwa
tersebut sebagai kepentingan pamer atau semacamnya menjadi jera.



Nazly Alfaroka Lubis, Mahasiswa Agribisnis USU


Indonesia masih lemah dalam perlindungan satwa langka, masih banyak

oknum yang tak bertanggung jawab, yang hanya mementingkan dirinya
sendiri dengan melakukan perburuan hewan langka yang kemudian
diperdagangkan maupun dipelihara sendiri demi 'gengsi' semata.


Perilaku manusia yang seperti itulah yang menyebabkan langkanya

spesies hewan ini. Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan
juga menyebabkan hewan-hewan tidak memiliki habitat asli sehingga
spesies di alam semesta berkurang.


Maka menurut saya,  perlu usaha pelestarian binatang langka di antaranya :

Memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya kelestarian binatang
langka, mendukung setiap aktivitas pelestarian binatang langka yang
dilakukan oleh lembaga pelestarian lingkungan, membuat tempat
penangkaran bagi hewan-hewan langka agar bisa berkembang biak untuk
selanjutnya melepas mereka ke alam bebas, tidak melakukan perburuan
binatang langka dan melaporkan setiap aktivitas perburuan binatang
langka tersebut kepada pihak berwajib. Tidak melakukan transaksi atas
binatang langka, terutama binatang hidup.




Pujie Wijayanti, Mahasiswa Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma
Sangat ironis sekali kalau ada orang yang memelihara hewan langka yang
hampir punah hanya untuk gengsi-gengsian atau semacamnya. Terlebih
lagi mereka jelas-jelas tau kalau hewan-hewan itu di lindungi karena
hampir punah. Apalagi bahkan ada yang sampai menjualnya.
Kan itu sama saja kita merenggut kebebasannya untuk hidup di alam
bebas dan berkembang biak. Harusnya pemerintah dan masyarakat bisa
lebih peduli dengan hal-hal yang berhubungan dengan satwa langka, yang
di anggap sepela oleh sebagian orang.


Karena hal sepela seperti ini jika dibiarkan akan menjadi masalah

besar. Bukankah satwa-satwa langka itu juga ciptaan Tuhan seperti kita
 manusia. Jadi sudah sewajarnya jika kita juga peduli kepada sesama
ciptaan Tuhan.





Laporan Alisa Medina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar