Rabu, 27 April 2016

WILBERT OSMOND

TEKAD YANG KUAT 

Wilbert Osmond Raih Medali Emas di Ajang ICYS 

(International Conference of Young Scientist) 2016 Rumania


   


Prestasi membanggakan diraih siswa kelas 11 SMA Chandra Kusuma Medan Wilberd Osmond yang tergabung di Tim Indonesia untuk International Conference of Young Scientists (ICYS) 2016 di Cluj-Napoca, Rumania. Ia bersama para siswa lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia berhasil meraih prestasi yang membanggakan tingkat dunia.


Di ajang yang berlangsung pada 16-22 April 2016 itu, dari seluruh 7 karya sains Tim Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 1 perak, 4 perunggu, serta 1 penghargaan khusus.

Adapun emas diraih Wilbert Osmond, siswa SMA Chandra Kusuma Medan, dalam bidang Computer Science dengan penelitian berjudul “ Chaotic Caesar Encryption”. Ia mengetengahkan karya enkripsi data dengan menggunakan chaos theory.

Kegiatan ICYS 2016 yang berlangsung di Rumania, tepatnya di Cluj-Napoca Rumania ini diikuti oleh seluruh peserta pilihan dari berbagai Negara. Wilbert Osmond sendiri mewakili Indonesia setelah sebelumnya menjadi pemenang dalam Lomba Peneliti Belia Tingkat Daerah dan Lomba Peneliti Belia Tingkat Nasional atau yang disebut YSC (Young Scientist Competition). Sebelumnya Wilbert berhasil mengharumkan Provinsi Sumatera Utara dalam ajang YSC 2015 di Yogyakarta pada 16-18 November 2015 lalu.

Yayasan Chandra Kusuma menggelar konferensi pers yang digelar, Senin (25/4). Hadir dalam konferensi pers Ketua Yayasan Chandra Kusuma Malahayati Holland, Wilbert Osmond, guru pembimbing dan matematika Wilbert, Sungguh Ponten, dan ibunda Wilbert, Anni Wahidi.

Ketua Yayasan Chandra Kusuma Malahayati Holland mengungkapkan pada dasarnya semua anak mempunyai bakat dan ketertarikan apakah di bidang musik, suara, menggambar, dalam pelajaran misalnya sains atau matematika.

“Fungsi sekolah adalah memfasilitasi pembelajaran anak-anak , mendorong anak untuk mencapai ketertarikan dan mengembangkat bakat anak. Wilbert Osmond lah yang memiliki ide tersebut, ia mentori bersama guru pembimbingnya. Pada akhirnya ini adalah hasil kerja keras Wilbert Sendiri dan Wilbert adalah orang yang bekerja keras dan pantang menyerah,” ungkap Malahayati.

Malahayati mengungkapkan pihak sekolah mendukung penuh setiap minat atau ketertarikan anak-anak pada bidangnya. Dan Wilbert memberikan hasil yang luar biasa pada bidang yang ia gemari. Tak lupa pula dukungan penuh dari orangtua Wilbert yang terus memotivasi dan membimbingnya di rumah.

“Tanpa dukungan dari orangtua mungkin Wilbert juga tidak akan ada disini. Pihak sekolah membantu memfasilitasi. Dan juga Wilbert sendiri mempunyai kemauan yang keras untuk meraih apa yang ia inginkan,” jelas Malahayati.

Sebagai guru matematika dan guru pembimbing Sungguh Ponten mengungkapkan prestasi yang diraih Wilbert tidak datang secara tiba-tiba.

“Wilbert dan saya membuat jadwal reguler misalnya tiga kali seminggu untuk berlatih, berdiskusi, tentang ide-ide yang Wilbert ungkapkan. Ia berlatih keras untuk bisa seperti sekarang ini,” ungkap Sungguh.

Wilbert Osmond siswa kelas 11 SMA Chandra Kusuma Medan adalah anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan Herman Cu dan Anni Wahidi. Ibunda Wilbert, Anni mengungkapkan Wilbert sejak kecil sudah mempunyai kemauan yang keras. Diungkapkan ibunda, Wilbert adalah anak yang agak pendiam di rumah tetapi memang menyukai sains dan matematika sejak kecilnya.

“Wilbert sehari-hari agak pendiam. Karena memang kebanyakan mengikuti lomba terus dan hanya di depan laptop. Tetapi ada juga waktunya untuk nonton televisi, dan segala macam. Tetapi kalau sudah mendekati lomba memang kebanyak di kamar belajar untuk persiapan lomba . Jadi kita sebagai orangtua kita membiarkan Wilbert secara privasi,” ungkap Ibunda Wilbert.

Anni menceritakan awal mula putra pertamanya mempunyai motivasi yang kuat dalam belajar sudah terlihat sejak playgroup di Sutomo. Anni mengungkapkan ketika belajar menulis di playgroup nilai yang diberikan guru merupakan dalam bentuk gambar.

“Tulisannya jelek dapat gambar apa, tulisannya bagus dapat gambar apa. Jadi Wilbert bertanya ditulisan dia kenapa mendapat gambar ini. Saya pun kurang mengerti dan bertanya ke miss playgroup ternyata artinya ini. Lalu saya beritahu Wilbert arti gambar ini dapat nilai segini,” cerita Anni.

Setelah Anni memberitahu arti gambar tersebut pada Wilbert, Wilbert langsung menyuruh ibunya menghapus semua gambar di buku tulis tersebut. Dan Wilbert kembali menulis dengan tulisan yang lebih bagus lagi.

“Jadi sebelum menulis ke buku, Wilbert selalu belajar di kertas dulu. Begitu bagus lalu dipindahkan ke buku. Dari kecil memang niat menjadi the best itu sudah kelihatan,” ungkap Ibunda Wilbert.

Ibunda Wilbert juga menuturkan ketika sekolah dasar, guru Wilbert memberitahukan kepadanya bahwa Wilbert pada saat itu sangat pendiam tetapi sangat cerdas hanya saja kurang percaya diri.

“Jadi seiring berkembangnya waktu, tidak menyangka kini Wilbert mendapat medali emas tingkat dunia. Prestasi yang sangat membanggakan buat kami sebagai orangtua, tidak menyangka padahal aslinya Wilbert pendiam,” ungkap Anni.

Wilbert Osmond  saat ini sudah berhasil dari kerja kerasnya dan meraih medali emas di ajang International Conference of Young Scientists (ICYS) 2016 di Cluj-Napoca, Rumania bidang Computer Science dengan penelitian berjudul “Chaotic Caesar Encryption”.

Wilbert mengungkapkan kerja keras dan hasil yang didapat di apresiasi. Memenangkan medali emas tidak mudah. Setelah lulus mengikuti lomba tingkat nasional, sejak saat itu Wilbert berkonsentrasi dan  mempersiapkan diri dengan matang untuk mengikuti ICYS di Rumania.

“Saya bertemu guru pembimbing, konsentrasi belajar, mempersiapkan energi. Jujur saat itu banyak pertanyaan, merombak, dan saya juga stress. Tetapi saya memotivasi diri saya untuk bisa meraih itu,” ungkap Wilbert.

Wilbert menjelaskan ada sekitar 30 negara seperti Jerman, Belanda, Serbia, Thailand, Singapura dll. Bagi Wilbert Negara yang menjadi lawan terberat adalah Serbia, Jerman dan Belanda.

Ketika ditanya apa yang membuat Wilbert bisa meraih medali emas atas penelitiannya, ia menuturkan tidak terlalu mengetahui bagaimana penilaian juri dan ia hanya bekerja semaksimal mungkin.

“Mungkin yang membuat saya memenangkan dari mulai metodologi saya, persentasi, kesulitan ide, persiapan dari awal yang matang dan tentunya harus meyakinkan diri sendiri yang terbaik. Mempercayai riset kita kita yang terbaik, dengan percaya membuat persentasi kita lebih confident,” ungkap Wilbert.

Wilbert juga termotivasi lewat doa yang ia ucapkan ketika mendapatkan medali perunggu di ajang yang sama ICYS 2015 lalu di Serbia. Saat itu Wilbert terus memotivasi diri untuk meraih medali emas dan dapat terkabul di ICYS 2016 ini.

Tidak di apresiasi Pemerintah

Ketika ditanya, perhatian dan apresiasi pemerintah terhadap prestasi membanggakan Wilbert di dunia, Ketua Yayasan Chandra Kusuma, Malahayati sangat menyayangkan hal itu sama sekali tidak ada. Hingga saat ini seluruh keperluan Wilbert untuk ajang bergengsi di dunia ditanggung pihak sekolah dan orangtua.

“Kalau semacam beasiswa tidak pernah ada dari pemerintah. Masih banyak siswa yang berprestasi namun tidak bisa melanjutkan karena terbentur biaya. Dan kami dari sekolah terus mendukung Wilbert,” ungkapnya.

Malahayati berharap kedepannya agar pemerintah bisa memusatkan perhatian kepada anak-anak yang membanggakan daerahnya dan membawa nama Indonesia di kancah Internasional.

“Apapun kedepannya yang ingin dilakukan Wilbert kami selalu mendukung. Semoga Wilbert dapat terus meraih prestasi yang gemilang di dunia. Jika makin banyak siswa berprestasi maka perhatian pemerintah juga harus ekstra. Jangan sampai anak-anak berprestasi kita memilih meneliti ke luar. Sudah saatnya Indonesia maju dibidang penelitian oleh anak-anak bangsa yang berprestasi,” pungkas Malahayati. Alisa Medina



**Sedikit berpose bareng juara dunia dulu hehe ^_^

Kamis, 21 April 2016


 "Lenyap Dalam Sunyi"
KARYA ANAK NEGERI AJAK CINTA ALQURAN


“Setiap film yang dibuat seorang fisabilillah, selalu ada dakwah dari sudut pandang Islam mengenai film itu sendiri


Menceritkan seorang sahabat dan kekonyolan persahabatan mereka, walaupun sering mengalami permasalahan mengenai perbedaan pendapat tak ada niat diantara mereka untuk memutuskan silahturahim. Malahan sahabat yang baik adalah cerminanan dari sahabatnya, maka beruntunglah memiliki sahabat yang saling ingat - mengingatkan dalam kebaikan.

Prana tokoh utama adalah mahasiswa pada umumnya mencintai Rasulnya sekedar, mencintai Tuhannya sekedar, mencintai Islam sekedar. Sahabatnya Bardi satu kampus yang selalu menjadi teman debatnya, tak bosan - bosannya menjadi lawan perang pemahaman akan segala hal, dari mulai hal sepele sampai hal yang amat penting untuk didiskusikan, pelecehan Alquran misalnya oleh sebagian umat. Konflik terjadi saat muncul berita tentang pembuatan trompet dari bahan cover Alquran. Klimaks cerita terjadi ketika Prana meragukan niat Bardi membaca Alquran hanya untuk mendapatkan pujian dari orang-orang. Film Lenyap Dalam Sunyi adalah sebuah drama tentang persahabatan, menjelaskan sisi lain mimpi dari pandangan Islam.

Sutradara Film Lenyap Dalam Sunyi Muhammad Fajruchi K mengungkapkan alasan mengambil cerita tentang Islam, karena sesuai dengan visi dari Fisabilillah sendiri, yaitu "menciptakan karya-karya yang menginspirasi seluruh umat manusia", dan setiap film yang Fisabilillah buat, selalu ada dakwah dari sudut pandang Islam mengenai film itu sendiri.

“Dalam film ini, kami mencoba menceritakan bahwa mimpi itu tidak selamanya hanya sekedar bunga mimpi begitu saja. Kami ingin menyampaikan sesuatu bahwa mimpi itu memiliki makna untuk kehidupan di dunia,” ungkapnya.

Pesan yang ingin disampaikan lewat film ini masyarakat yang menonton film ini dapat kembali mencintai kitab suci Alquran dan memuliakan lagi untuk membacanya.

Penulis Skenario "Lenyap Dalam Sunyi" yaitu Rohmat Rodiyat yang diadaptasi dari ide cerita AIZEINDRA. Seluruh pemain asli warga Medan yang dilakukan Open Casting untuk dijadikan pemain. Proses produksi Film "Lenyap Dalam Sunyi"  dilakukan setiap minggu dan mulai syuting dari tanggal 28 Februari 2016.

“Alhamdulillah kesulitan selama proses syuting tidak begitu banyak. Jadwal syuting yang dibuat oleh produser, Alhamdulillah terlaksana. Jika dihitung secara rutin, kami melakukan syuting selama 3 hari,” jelas Fajruchi.

Fajruchi mengungkapkan Film Lenyap Dalam Sunyi sedang diusahakan untuk tayang perdana di Medan dalam waktu dekat ini atau akhir bulan April.

Film Lenyap Dalam Sunyi baru-baru ini juga mendapat juara 1 di "Short Film Islamic Festival” di Bandung " tanggal 17 April kemarin.

“Awalnya kami hanya browsing-browsing mengenai festival-festival film, kemudian karena temanya pas dengan film "Lenyap Dalam Sunyi", ya tidak ada salahnya untuk coba di ikutkan, sekalian memperkenalkan film "Lenyap Dalam Sunyi" diluar kota Medan. Alhamdulillah rezeki film "Lenyap Dalam Sunyi" mendapat juara 1,” pungkas Fajruchi. Alisa Medina


Details Cast and Crew
Penulis : Rohmat Rodiyat
Produser : Iqbal Fahlevi
Sutradara : Muhammad Fajruchi K
Pemain :
MUHAMMAD SURYA AKMAL sebagai PRANA
FAJAR PRASETYA sebagai BARDI
HUSNA KHAIRIYAH sebagai ZIYA
REDNO ADRIANI sebagai SUKMA
SAFRIZAL sebagai PAK KANTIN
Lokasi syuting : sekitar kampus USU dan kawasan rumah produser tepatnya daerah Medan Amplas





21 APRIL PERINGATI HARI KARTINI

Topiknya 21 April adalah Peringatan Hari Kartini. Dengan semboyan habis gelap terbitlah terang, RA Kartini membawa pencerahan bagi wanita-wanita di Indonesia. Bagaimana kamu memandang perjuangan RA Kartini dengan sepak terjang wanita saat ini ?

Lenny Nurvitasari, Mahasiswa pendidikan Seni Rupa Unimed
Emansipasi dimasa Kartini jelas bukan basa basi, kita melihat dampaknya hari ini. Ketika wanita berani membaca, berani menulis dan berbicara, berani mengejar apa yang menjadi mimpi dan cita cita mereka. Lihat hari ini, banyak wanita sanggup berdiri dikakinya sendiri, bahkan memberi inspirasi kepada wanita lainnya untuk berkarya dan ikut membangun serta menjaga dunia. Kebebasan berpendidikan dan bekerja bukanlah sesuatu yang salah, mendiang Raden Ajeng Kartini, mewarisikan keanggunan dan kebijaksanaan di didalam jiwa setiap wanita Indonesia.
Emansipasi wanita yang di usung Raden Ajeng Kartini jelas berdampak luar biasa.
Selain tetap menjaga tanggung jawab dan keanggunan seorang perempuan, beliau juga mengajarkan kita bagaimana caranya menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat bagi sesama dan dirinya sendiri.

Silvia Octaviani , Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMSU
RA Kartini merupakan sosok wanita yang sangat antusias dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan sekolah wanita di Semarang, Surabaya, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut "Sekolah Kartini" . Dengan adanya ketenaran ini tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap menjadi wanita yang santun, menghormati keluarga dan tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.
Mudah-mudahan RA Kartini dapat menginspirasi wanita-wanita Indoneaia dan akan terlahir kembali Kartini-Kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak. Kini setiap tanggal kelahiran Kartini 21 April diperingati sebagai hari besar yaitu Hari Kartini. Hal ini dirasa pantas karena RA Kartini memang pejuang emansipasi wanita. RA Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad dan perbuayannya. Idenya mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaum wanita dari zaman kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari diskriminasi.
Dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak. Terima kasih Kartini jasamu akan senantiasa dikenang di seluruh sosok para wanita di Indonesia.



Putri Wardana, Mahasiswa Public Relation STIK P
Cerita tentang perjuangan R.A Kartini dengan sepak terjang wanita sekarang menurut saya pribadi suatu hal yang bersifat dua nilai, Negatif dan positif. Seperti yang kita tahu, sosok Kartini adalah pejuang wanita yang hebat, membangkitkan kodrat wanita dari yang tidak tau apa-apa, menjadi wanita yang serba bisa dan berpikiran maju.
Bahkan untuk mencapai keinginannya tidak lah mudah, berbagai rintangan dilaluinya.

Di jaman sekarang, wanita juga bukanlah lagi yang dijadikan prioritas kedua dalam kehidupan, sebab wanita sekarang tidaklah kalah dengan lelaki dalam berpikir maupun melakukan pekerjaan. 
Selama ini wanita sering diidentikkan kaum lemah, bahkan hanya sebagai pemuas nafsu. Padahal mereka memiliki tanggung jawab sangat besar. Fenomena itu kemudian dikaitkan dengan sepak terjang RA Kartini, sehingga wanita sekarang mampu setara dengan kaum laki laki. Wanita juga bukanlah lagi yang dijadikan prioritas kedua dalam kehidupan, sebab belum tentu apa yang di kerjakan wanita juga bisa di kerjakan para laki-laki. 
Peringatan 21 April seharusnya bukan cuma menjadi ajang tempat dimana para wanita hanya bergaya seolah mnjadi sosok Kartini sehari dengan berkebaya. Akan tetapi menerapkan prinsip hidup bagaimana menjadi wanita yang tangguh juga berpikir luas untuk kesejahteraan  hidup khususnya para wanita serta berbagi ilmu dan keterampilan pada generasi untuk lebih  memajukan kaum wanita.

Laporan Alisa Medina

Rabu, 30 Maret 2016

Topiknya adalah konservasi satwa. Satwa langka semakin terancam punah,
penjualan satwa oleh oknum tidak bertanggung jawab seolah tak

terbendung. Di tambah hobi manusia mengkoleksi satwa langka dan
memelihara mereka untuk gengsi-gengsian. Bagaimana pendapatmu dan apa
yang akan kamu lakukan untukmelindungi satwa?


Mhd Faisal S Sinurat, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMSU

Kalaulah data-data diatas benar, pengawasannya sejauh mana sudah

dibuat lembaga konservasi satwa, saya tidak tahu secara pasti undang
undang soal perlindungan satwa ini memiliki efek hukum jera atau
tidak, sosialisasinya sudah sejauh mana perihal satwa yg tidak boleh
di pelihara. Pendapat saya apabila hal ini tidak di antisipasi secara
tegas pasti hewan langka akan punah, sosialisasi tentang pelindungan
satwa ini harus lebih di gencarkan melalui media, kita bisa merangkul
para pelaku seni untuk bisa membuat masyarakat lebih menaruh
perhatiannya pada keadaan ini.


Hal ini penting agar masyarakat lebih awas terhadap tindakan pemburuan

satwa. Namun, yang di sayangkan ada juga tokoh masyarakat terlibat
dalam hal ini. Kita tidak bisa membiarkan para pelaku yang memiliki
kekuatan materi untuk menjarah warisan alam kepada anak cucu kita di
masa depan, apalagi hal ini terjadi hanya untuk mengikuti tren dan
gengsinya untuk mendapat status sosial.


Mungkin yang bisa kita lakukan membuat brand atau slogan perihal

perlindungan satwa yang dilindungi di media sosial ini seperti
contohnya "anjing adalah teman bukan untuk di makan" yang dilakukan
para pecinta anjing saat ini.


Reza Aprilliandi Gultom, Mahasiswa Non-dik Kimia Unimed

Menurut saya, sangat tidak setuju dengan tindakan mengoleksi satwa

langka dengan alasan gengsi. Karena sangat mengancam jumlah populasi
satwa tersebut. Selain itu, apabila dipelihara secara berkepanjangan,
maka pola hidup satwa tersebut akan berubah. Bisa saja apabila
dilepaskan kembali kembali ke alam bebas hewan tersebut tidak lagi
mampu beradaptasi dengan alam liar. Bahkan mengalami kematian.


Akibat perubahan pola hidup yang terbiasa di dalam kandang itu. Pola

makan yang berubah, bahkan keadaan lingkungan yang berubah. Kemudian
masalah penanggulangan, yang diperlukan adalah peran penting
pemerintah di bidang terkait. Misalnya, untuk membantu pusat-pusat
konservasi.


Karena berdasarkan pengamatan saya, pusat konservasi sangat sedikit

yang dikelola oleh pemerintah, umumnya dikelola oleh pihak swasta dan
bahkan kebanyakan di Indonesia pusat konservasi itu dikelola oleh
pihak asing. Kemudian adanya penyuluhan-penyuluhan langsung kepada
masyarakat yang bertujuan mengajak masyarakat agar tidak memelihara
satwa-satwa langka dan menjaga kelestariannya.


Kemudian merevisi UU tentang pelanggaran-pelanggaran terhadap

satwa-satwa langka agar oknum-oknum yang menggunakan satwa-satwa
tersebut sebagai kepentingan pamer atau semacamnya menjadi jera.



Nazly Alfaroka Lubis, Mahasiswa Agribisnis USU


Indonesia masih lemah dalam perlindungan satwa langka, masih banyak

oknum yang tak bertanggung jawab, yang hanya mementingkan dirinya
sendiri dengan melakukan perburuan hewan langka yang kemudian
diperdagangkan maupun dipelihara sendiri demi 'gengsi' semata.


Perilaku manusia yang seperti itulah yang menyebabkan langkanya

spesies hewan ini. Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan
juga menyebabkan hewan-hewan tidak memiliki habitat asli sehingga
spesies di alam semesta berkurang.


Maka menurut saya,  perlu usaha pelestarian binatang langka di antaranya :

Memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya kelestarian binatang
langka, mendukung setiap aktivitas pelestarian binatang langka yang
dilakukan oleh lembaga pelestarian lingkungan, membuat tempat
penangkaran bagi hewan-hewan langka agar bisa berkembang biak untuk
selanjutnya melepas mereka ke alam bebas, tidak melakukan perburuan
binatang langka dan melaporkan setiap aktivitas perburuan binatang
langka tersebut kepada pihak berwajib. Tidak melakukan transaksi atas
binatang langka, terutama binatang hidup.




Pujie Wijayanti, Mahasiswa Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma
Sangat ironis sekali kalau ada orang yang memelihara hewan langka yang
hampir punah hanya untuk gengsi-gengsian atau semacamnya. Terlebih
lagi mereka jelas-jelas tau kalau hewan-hewan itu di lindungi karena
hampir punah. Apalagi bahkan ada yang sampai menjualnya.
Kan itu sama saja kita merenggut kebebasannya untuk hidup di alam
bebas dan berkembang biak. Harusnya pemerintah dan masyarakat bisa
lebih peduli dengan hal-hal yang berhubungan dengan satwa langka, yang
di anggap sepela oleh sebagian orang.


Karena hal sepela seperti ini jika dibiarkan akan menjadi masalah

besar. Bukankah satwa-satwa langka itu juga ciptaan Tuhan seperti kita
 manusia. Jadi sudah sewajarnya jika kita juga peduli kepada sesama
ciptaan Tuhan.





Laporan Alisa Medina
                   
Stigma Islam Sebagai Teroris Karena Ketidakpahaman

INDONESIA KECIPRATAN TUDUHAN AMERIKA



       Mahasiswa stambuk 2012 departemen Antropologi Fisip USU bekerja sama dengan Badan Kesbangpolimnas Sumut mengadakan Seminar Nasional Antropologi Sosial dengan tema “Islam dan Stigma Teroris” yang dilaksanakan pada Kamis (28/5) di gedung B magister Fisip USU. Pemateri seminar tersebut adalah Prof Ronald Lukens Bull Ph D seorang guru besar Antropologi dari Universitas North Florida dan Prof Usman Pelly Ph D seorang Antropolog Unimed.
Pemateri pertama seminar di buka oleh Ronal Lukens Bull. Ia mengutarakan setelah serangan 11 September 2001 seorang sosiolog Samuel Huntington mengatakan bahwa masyarakat kini mengidentifikasikan diri mereka pada keleluhuran, agama, bahasa, sejarah, nilai. Masyarakat lebih mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok-kelompok budaya (etnisitas), dan pada level yang lebih luas yaitu peradaban.
Ia mengatakan masyarakat Amerika Serikat tidak memandang semua orang Islam itu adalah teroris, tetapi hampir semua yang menjadi teroris adalah muslim. Menurutnya stigma tersebut muncul karena kurangnya mengenal satu sama lain.
“Di Amerika yang bermasalah bukan Islam, tetapi di Amerika Serikat Islam itu sedikit sehingga masyarakat disana pun tidak mengenal Islam, akhirnya stigma itu muncul akibat tidak adanya pemahaman dan pendekatan terhadap Islam,” jelasnya.
Pemateri kedua disampaikan oleh Prof Usman Pelly Ph D Antropolog Unimed. Ia menutarakan beberapa kejadian yang melahirkan terorisme internasional.
Amerika Serikat pada penghujung abad XX memenangkan Perang Dingin. Lalu Uni Soviet pecah menjadi Negara-negara etnik dan meninggalkan Rusia sebagai induknya. Setelah itu AS menjadi the sole super power atau Negara adidaya tunggal dan polisi dunia yang berkuasa penuh. Negara-negara Eropa Barat, Jepang, dan Australia merasa ikut sebagai pemenang. Sebelum perang dunia I AS dikenal sebagai polisi bajak laut, yang menggganas di laut Mediterania dan laut Hindia. Setelah Perang Dunia II menjadi Polisi Dunia untuk memerangi Teroris.Huntington (sosiolog) memperkenalkan dua musuh baru Amerika Serikat : Islam dan China. Nampaknya Amerika Serikat terdorong lebih dahulu untuk menghidupi islam, dengan menginvasi Irak dan Negara Timur Tengah lainnya sekaligus untuk menguasai minyak bumi dunia.
Awal mula permusuhan Amerika Serikat dan Islam. Amerika Serikat mulai menyingkirkan Taliban dan Al Qaida yang dipimpin oleh Osama bin Laden, sekutunya dalam perang mengusir Uni Soviet di Afganistan. Peristiwa 11 September 2001, peledakan WTC merupakan puncak perlawanan Al Qaida. Satu dekade kemudian terjadi pembunuhan Osama bin Laden yang merupakan titik balik pembalasan AS. Terorisme, jihad dan fundamentalisme Islam mencuat dari permusuhan antara Al Qaida dan Amerika Serikat.
“Ini awal stigma sosial yang diletakkan pada Islam. Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Islam walaupun tidak ada sangkut pautnya dengan masalah teroris Osama, tetapi kejipratan dampak steriotiping dan dituduh AS terlibat dalam jaringan teroris,” ungkapnya.
Sebutnya, Islam identik dengan kekerasan, terorisme, fundamentalisme, radikalisme, dan sebagainya. Stigmatisasi ini seakan membenarkan pandangan beberapa pemikir Barat yang berpandangan Islam sebagai ancaman pasca-runtuhnya Soviet,
“Pemboman Bali 12 Oktober 2002 setahun setelah pemboman WTC New York dan berbagai peristiwa lainnya, seakan memperkuat tuduhan bahwa Indonesia memang terkait dengan terorisme. Pemerintah menyatakan terorisme sebagai extra ordinary crimes (kejahatan kekerasan yang luar biasa) mengeluarkan Perpu No. 2/2002 dan kemudian ditingkatkan menjadi UU No. 16/2003,” jelasnya.
Usman Pelly mengatakan usaha membuat Arab Spring di desain oleh barat  agar Islam di Timur Tengah menjadi Islam yang modern.
“Benturan antara Islam dan Demokrasi Barat dapat menghasilkan konsep demokrasi baru yang tidak di dominasi oleh nilai-nilai Amerika dan nilai-nilai feodal masyarakat setempat. Selalu kita mencari cara bagaimana demokrasi terbaik di Indonesia,” jelasnya.

Doktrin dan pemahaman doktrin
Usman Pelly mengatakan orang digerakkan untuk melakukan  sesuatu bukan murni dari doktrin resmi agama, tetapi dari apa yang dipahami mereka doktrin agama itu termasuk terorisme.
“Apa yang dipahami mereka bertindak sesuai doktrin agama itu. Kita tahu kasus ibu rumah tangga yang bergabung bersama ISIS. Apa yang dipahaminya menuntutnya agar berbuat seperti itu,” jelasnya.
Untuk itu orangtua, pemerintah, masyarakat harus berusaha mengetahui pemahaman doktrin agama atau ideologi yang diterima anak atau murid/mahasiswa. Orangtua dan pemerintah berkewajiban untuk meluruskan atau menetralisir “pelencengan “ makna dari nilai-nilai doktrin agama yang dimilikinya.
”Orangtua harus mencurigai apabila remajanya menghilang dari rumah atau sekolah atau sering bolos kuliah. Agar tak dicurigai terikut Brain washing atau usaha untuk mencuci otak siapa saja,” tegasnya.
Kearifan budaya Indonesia tidak sesuai dengan teroris
Usman Pelly mengatakan teroris di Indonesia sulit berkembang bisa dilihat dari pemberontakan DI/TII tetapi juga sulit mempersatukan karena faktor lingkungan dan multikultural.
“Islam Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam adalah Islam Moderat yang menyatu dengan budaya bangsa-bangsanya. Stigma teroris sebagai label yang diberikan sementara pihak karena ingin menyudutkan kelompok Islam tertentu di Indonesia,” pungkasnya. Alisa Medina

Rabu, 16 Maret 2016



BEASISWA LINTAS NEGARA BUKAN HANYA MIMPI 





Setelah menjadi sarjana ada beberapa orang yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2, terutama ke universitas di luar negeri. Namun,  ketidaktahuan banyak orang tentang apa-apa saja persyaratannya sering menjadi hambatan terwujudnya keinginan tersebut.

Untuk itu, Ikatan Mahasiswa Sastra Inggris (IMSI) Fakultas Ilmu Budaya USU menyelenggarakan simposium yang diikuti para pelajar, mahasiswa dan kalangan umum. Dengan tema “Explore The Universe Scholarship Isn’t Just A Dream” simposium dilakasanakan di gedung serbaguna Prof T Amir Ridwan, Sabtu (25/4) pukul 09:00 – 15:00 wib.

Simposium ini menghadirkan tiga pemateri yaitu Mattew Lambert adalah Native Speaker dari Inggris, Drs Parlindungan Purba M Hum dosen bahasa Inggris, serta Christopher Joseph Marino adalah Native Speaker dari Amerika Serikat.

Acara dibuka resmi oleh ketua panitia simposium Muhammad Rafi. Ia mengatakan kegiatan ini bertujuan member gambaran kepada para pelajar, mahasiswa, serta bagi yang sudah bekerja yang ingin melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikannya ke luar negeri jenjang S1, S2 atau S3 dan bagaimana bisa mendapatkan beasiswa luar negeri itu. Karena beasiswa luar negeri itu bukan sekedar mimpi, tetapi bisa di wujudkan dengan kerja keras dan terus belajar untuk memenuhi syarat-syarat setiap universitas luar negeri yang kita tuju,” ungkapnya.

Mattew Lambert pemateri pertama yang saat ini bekerja di British Council Indonesia Medan memaparkan alasan banyak orang yang bertanya kuliah ke luar negeri bukan untuk belajar Bahasa Inggris, tetapi kenapa harus dapat nilai bagus di TOEFL(The Test of English as a Foreign Language) atau IELTS ( International English Language Testing System) untuk  bisa diterima di univesitas luar negeri.

“Biasanya standar persyaratan masuk untuk diterima masuk ke universitas luar negeri adalah TOEFL dengan skor minimal 550 (paper based) atau IELTS dengan skor minimal 6.0. Nilai minimal yang diminta bisa lebih tinggi lagi jika anda ingin mengambil jurusan-jurusan seperti kedokteran, sastra dan hukum. Selain itu bukan hanya nilai
total yang dilihat. Setiap komponen tes, seperti listening, reading, speaking dan writing juga dipertimbangkan,” jelas Mattew.

Mattew mengatakan untuk dapat kuliah di universitas luar negeri mengapa perlu menunjukkan kelancaran berbahasa Inggris pelamar beasiswa  kepada universitas yaitu bahasa pengantar utama yang dipergunakan adalah Bahasa Inggris.

“Jika kuliah di luar negeri, sudah pasti bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Inggris, termasuk buku-buku pelajaran, mengerjakan tugas dan lain sebagainya. Oleh karena itu, jika tingkat kemampuan Bahasa Inggris anda tidak cukup fasih dalam setiap komponen mendengar, memahami bacaan, percakapan dan menulis, bagaimana bisa mengikuti perkuliahan dengan baik?,” ungkapnya.

Mattew yang juga berprofesi sebagai guru ini menjelaskan selama mengikuti kelas perkuliahan, kemampuan mendengar sangatlah penting. Untuk mengerjakan tugas, kemampuan pemahaman bacaan dan menulis sangatlah diperlukan, karena untuk menyelesaikan tugas.

“Anda perlu mencari bahan pendukung dari buku pelajaran, artikel atau materi lainnya, kemudian menuangkan ide dan argumen Anda dalam Bahasa Inggris tertulis. Begitu juga sewaktu mengikuti kelas tutorial, dimana para mahasiswa akan berinteraksi dengan dosen. Baik untuk tanya jawab atau diskusi. Saat ini kemampuan mendengarkan dan berbicara tentunya sangat penting. Jika tidak mengerti pertanyaan, tentu saja tidak bisa menjawab. Jika mengerti pertanyaan tetapi tidak bisa mengungkapkan jawaban dalam Bahasa Inggris dengan baik, tentu saja akan mempengaruhi
nilai,” jelasnya.

Mattew memberikan tips untuk persiapan mengerjakan  IELTS yang setiap orang berbeda-beda tergantung kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Tes IELTS ini terdiri dari 4 sesi, Listening, Reading, Writing, dan Speaking.


“Tentukan berapa lama kita akan menghabiskan waktu setiap harinya untuk latihan masing-masing sesi. Misalnya dalam seminggu kita akan menghabiskan waktu selama 3 jam untuk latihan listening, dst. Untuk Listening, kita bisa menonton film dan serial TV dalam bahasa inggris (baiknya tidak pakai subtitle), mendengarkan musik dalam bahasa
inggris.  Untuk Reading, kita bisa membaca berita atau majalah secara online maupun offline, membaca buku dalam bahasa inggris.  Untuk Writing, kita bisa menuliskan jurnal sehari-hari, menulis surat kepada orang luar negeri, membuat daftar hal-hal yang kita lihat setiap hari, membuat deskripsi mengenai keluarga dan kerabat tentunya dalam bahasa Inggris. Untuk Speaking, kita bisa mencoba berbincang/mendeskripsikan hal yang kita lihat, latihan speaking dengan teman,” jelasnya.

Selanjutnya, pemateri kedua disampaikan oleh Drs Parlindungan Purba M Hum. Ia memotivasi untuk luar negeri dengan beasiswa bukan mimpi yang mustahil.

“Beasiswa adalah mimpi besar yang dapat dicapai oleh siapa saja. Kesempatan selalu datang lebih dari sekali bagi mereka yang layak. Belajar di luar negeri tidak hanya akan mengajarkan Anda tentang diri Anda dan budaya lain, tetapi juga akan memberikan keuntungan setelah lulus. Jadi, persiapkan diri anda mulai sekarang agar memenuhi syarat-syarat untuk mendapatkan beasiswa tersebut,” jelas
Parlindungan.

Ia memaparkan beasiswa bisa didapat melalui program beasiswa lembaga pengelola dana pendidikan (LPDP) dan American Indonesia Exchange Foundation (AMINEF). Beberapa persyaratan yang harus di penuhi oleh pelamar beasiswa luar negeri yaitu sarjan S1 dengan IPK minimal 3,0.

Mempunyai jiwa kepemimpinan yang berkualitas, mahamami dengan baik tentang kebudayaan Indonesia dan internasional, berkomitmen pada bidang studi pilihan dan bersedia untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program beasiswanya serta skore minimal TOEFL adalah 550.

Pemateri terakhir disampaikan oleh Christopher Joseph Marino adalah Native Speaker dari Amerika Serikat. Ia membagikan tips untuk mendapatkan beasiswa pertama yaitu mempersiapkan diri untuk proses aplikasi. Sebagian besar aplikasi beasiswa lebih dari sekedar bentuk esai. Beberapa memerlukan transcipt nilai kuliah juga akan meminta surat rekomendasi. Dalam persiapan ini diperlukan surat rekomendasi dari seorang dosen. Yang kedua ikuti petunjuk. Hal ini agar tidak terjadi kesalahan dalam mengikuti prosesnya, karena sekali salah aplikasinya akan sia-sia. Lalu jangan lupa terus cek perkembangan-perkembangan terbaru agar tidak ketinggalan info. Alisa Medina