TEKAD YANG KUAT
Wilbert
Osmond Raih Medali Emas di Ajang ICYS
(International Conference of Young Scientist) 2016 Rumania
Prestasi membanggakan diraih siswa kelas 11 SMA Chandra Kusuma Medan Wilberd Osmond yang tergabung di Tim Indonesia untuk International Conference of Young Scientists (ICYS) 2016 di Cluj-Napoca, Rumania. Ia bersama para siswa lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia berhasil meraih prestasi yang membanggakan tingkat dunia.
Di
ajang yang berlangsung pada 16-22 April 2016 itu, dari seluruh 7 karya sains
Tim Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 1 perak, 4 perunggu, serta 1
penghargaan khusus.
Adapun
emas diraih Wilbert Osmond, siswa SMA Chandra Kusuma Medan, dalam bidang
Computer Science dengan penelitian berjudul “ Chaotic Caesar Encryption”. Ia
mengetengahkan karya enkripsi data dengan menggunakan chaos theory.
Kegiatan
ICYS 2016 yang berlangsung di Rumania, tepatnya di Cluj-Napoca Rumania ini
diikuti oleh seluruh peserta pilihan dari berbagai Negara. Wilbert Osmond
sendiri mewakili Indonesia setelah sebelumnya menjadi pemenang dalam Lomba
Peneliti Belia Tingkat Daerah dan Lomba Peneliti Belia Tingkat Nasional atau
yang disebut YSC (Young Scientist Competition). Sebelumnya Wilbert berhasil
mengharumkan Provinsi Sumatera Utara dalam ajang YSC 2015 di Yogyakarta pada
16-18 November 2015 lalu.
Yayasan
Chandra Kusuma menggelar konferensi
pers yang digelar, Senin (25/4). Hadir dalam konferensi pers Ketua Yayasan Chandra
Kusuma Malahayati Holland, Wilbert Osmond, guru pembimbing dan matematika
Wilbert, Sungguh Ponten, dan ibunda Wilbert, Anni Wahidi.
Ketua
Yayasan Chandra Kusuma Malahayati Holland mengungkapkan pada dasarnya semua
anak mempunyai bakat dan ketertarikan apakah di bidang musik, suara,
menggambar, dalam pelajaran misalnya sains atau matematika.
“Fungsi
sekolah adalah memfasilitasi pembelajaran anak-anak , mendorong anak untuk
mencapai ketertarikan dan mengembangkat bakat anak. Wilbert Osmond lah yang
memiliki ide tersebut, ia mentori bersama guru pembimbingnya. Pada akhirnya ini
adalah hasil kerja keras Wilbert Sendiri dan Wilbert adalah orang yang bekerja
keras dan pantang menyerah,” ungkap Malahayati.
Malahayati
mengungkapkan pihak sekolah mendukung penuh setiap minat atau ketertarikan
anak-anak pada bidangnya. Dan Wilbert memberikan hasil yang luar biasa pada
bidang yang ia gemari. Tak lupa pula dukungan penuh dari orangtua Wilbert yang
terus memotivasi dan membimbingnya di rumah.
“Tanpa
dukungan dari orangtua mungkin Wilbert juga tidak akan ada disini. Pihak
sekolah membantu memfasilitasi. Dan juga Wilbert sendiri mempunyai kemauan yang
keras untuk meraih apa yang ia inginkan,” jelas Malahayati.
Sebagai
guru matematika dan guru pembimbing Sungguh Ponten mengungkapkan prestasi yang
diraih Wilbert tidak datang secara tiba-tiba.
“Wilbert
dan saya membuat jadwal reguler misalnya tiga kali seminggu untuk berlatih,
berdiskusi, tentang ide-ide yang Wilbert
ungkapkan. Ia berlatih keras untuk bisa seperti sekarang ini,” ungkap Sungguh.
Wilbert
Osmond siswa kelas 11 SMA Chandra Kusuma Medan adalah anak pertama dari 3
bersaudara dari pasangan Herman Cu dan Anni Wahidi. Ibunda Wilbert, Anni
mengungkapkan Wilbert sejak kecil sudah mempunyai kemauan yang keras.
Diungkapkan ibunda, Wilbert adalah anak yang agak pendiam di rumah tetapi
memang menyukai sains dan matematika sejak kecilnya.
“Wilbert
sehari-hari agak pendiam. Karena memang kebanyakan mengikuti lomba terus dan
hanya di depan laptop. Tetapi ada juga waktunya untuk nonton televisi, dan
segala macam. Tetapi kalau sudah mendekati lomba memang kebanyak di kamar
belajar untuk persiapan lomba . Jadi kita sebagai orangtua kita membiarkan
Wilbert secara privasi,” ungkap Ibunda Wilbert.
Anni
menceritakan awal mula putra pertamanya mempunyai motivasi yang kuat dalam
belajar sudah terlihat sejak playgroup di Sutomo. Anni mengungkapkan ketika
belajar menulis di playgroup nilai yang diberikan guru merupakan dalam bentuk
gambar.
“Tulisannya
jelek dapat gambar apa, tulisannya bagus dapat gambar apa. Jadi Wilbert
bertanya ditulisan dia kenapa mendapat gambar ini. Saya pun kurang mengerti dan
bertanya ke miss playgroup ternyata artinya ini. Lalu saya beritahu Wilbert
arti gambar ini dapat nilai segini,” cerita Anni.
Setelah
Anni memberitahu arti gambar tersebut pada Wilbert, Wilbert langsung menyuruh
ibunya menghapus semua gambar di buku tulis tersebut. Dan Wilbert kembali
menulis dengan tulisan yang lebih bagus lagi.
“Jadi
sebelum menulis ke buku, Wilbert selalu belajar di kertas dulu. Begitu bagus
lalu dipindahkan ke buku. Dari kecil memang niat menjadi the best itu sudah
kelihatan,” ungkap Ibunda Wilbert.
Ibunda
Wilbert juga menuturkan ketika sekolah dasar, guru Wilbert memberitahukan
kepadanya bahwa Wilbert pada saat itu sangat pendiam tetapi sangat cerdas hanya
saja kurang percaya diri.
“Jadi
seiring berkembangnya waktu, tidak menyangka kini Wilbert mendapat medali emas
tingkat dunia. Prestasi yang sangat membanggakan buat kami sebagai orangtua,
tidak menyangka padahal aslinya Wilbert pendiam,” ungkap Anni.
Wilbert
Osmond saat ini sudah berhasil dari
kerja kerasnya dan meraih medali emas di ajang International Conference of
Young Scientists (ICYS) 2016 di Cluj-Napoca, Rumania bidang Computer Science
dengan penelitian berjudul “Chaotic Caesar Encryption”.
Wilbert
mengungkapkan kerja keras dan hasil yang didapat di apresiasi. Memenangkan
medali emas tidak mudah. Setelah lulus mengikuti lomba tingkat nasional, sejak
saat itu Wilbert berkonsentrasi dan
mempersiapkan diri dengan matang untuk mengikuti ICYS di Rumania.
“Saya
bertemu guru pembimbing, konsentrasi belajar, mempersiapkan energi. Jujur saat
itu banyak pertanyaan, merombak, dan saya juga stress. Tetapi saya memotivasi
diri saya untuk bisa meraih itu,” ungkap Wilbert.
Wilbert
menjelaskan ada sekitar 30 negara seperti Jerman, Belanda, Serbia, Thailand,
Singapura dll. Bagi Wilbert Negara yang menjadi lawan terberat adalah Serbia,
Jerman dan Belanda.
Ketika
ditanya apa yang membuat Wilbert bisa meraih medali emas atas penelitiannya, ia
menuturkan tidak terlalu mengetahui bagaimana penilaian juri dan ia hanya
bekerja semaksimal mungkin.
“Mungkin
yang membuat saya memenangkan dari mulai metodologi saya, persentasi, kesulitan
ide, persiapan dari awal yang matang dan tentunya harus meyakinkan diri sendiri
yang terbaik. Mempercayai riset kita kita yang terbaik, dengan percaya membuat
persentasi kita lebih confident,” ungkap Wilbert.
Wilbert
juga termotivasi lewat doa yang ia ucapkan ketika mendapatkan medali perunggu
di ajang yang sama ICYS 2015 lalu di Serbia. Saat itu Wilbert terus memotivasi
diri untuk meraih medali emas dan dapat terkabul di ICYS 2016 ini.
Tidak di apresiasi Pemerintah
Ketika
ditanya, perhatian dan apresiasi pemerintah terhadap prestasi membanggakan
Wilbert di dunia, Ketua Yayasan Chandra Kusuma, Malahayati sangat menyayangkan
hal itu sama sekali tidak ada. Hingga saat ini seluruh keperluan Wilbert untuk
ajang bergengsi di dunia ditanggung pihak sekolah dan orangtua.
“Kalau
semacam beasiswa tidak pernah ada dari pemerintah. Masih banyak siswa yang
berprestasi namun tidak bisa melanjutkan karena terbentur biaya. Dan kami dari
sekolah terus mendukung Wilbert,” ungkapnya.
Malahayati
berharap kedepannya agar pemerintah bisa memusatkan perhatian kepada anak-anak
yang membanggakan daerahnya dan membawa nama Indonesia di kancah Internasional.
“Apapun
kedepannya yang ingin dilakukan Wilbert kami selalu mendukung. Semoga Wilbert
dapat terus meraih prestasi yang gemilang di dunia. Jika makin banyak siswa
berprestasi maka perhatian pemerintah juga harus ekstra. Jangan sampai
anak-anak berprestasi kita memilih meneliti ke luar. Sudah saatnya Indonesia
maju dibidang penelitian oleh anak-anak bangsa yang berprestasi,” pungkas
Malahayati. Alisa Medina
**Sedikit berpose bareng juara dunia dulu hehe ^_^





