Rabu, 27 April 2016

WILBERT OSMOND

TEKAD YANG KUAT 

Wilbert Osmond Raih Medali Emas di Ajang ICYS 

(International Conference of Young Scientist) 2016 Rumania


   


Prestasi membanggakan diraih siswa kelas 11 SMA Chandra Kusuma Medan Wilberd Osmond yang tergabung di Tim Indonesia untuk International Conference of Young Scientists (ICYS) 2016 di Cluj-Napoca, Rumania. Ia bersama para siswa lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia berhasil meraih prestasi yang membanggakan tingkat dunia.


Di ajang yang berlangsung pada 16-22 April 2016 itu, dari seluruh 7 karya sains Tim Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 1 perak, 4 perunggu, serta 1 penghargaan khusus.

Adapun emas diraih Wilbert Osmond, siswa SMA Chandra Kusuma Medan, dalam bidang Computer Science dengan penelitian berjudul “ Chaotic Caesar Encryption”. Ia mengetengahkan karya enkripsi data dengan menggunakan chaos theory.

Kegiatan ICYS 2016 yang berlangsung di Rumania, tepatnya di Cluj-Napoca Rumania ini diikuti oleh seluruh peserta pilihan dari berbagai Negara. Wilbert Osmond sendiri mewakili Indonesia setelah sebelumnya menjadi pemenang dalam Lomba Peneliti Belia Tingkat Daerah dan Lomba Peneliti Belia Tingkat Nasional atau yang disebut YSC (Young Scientist Competition). Sebelumnya Wilbert berhasil mengharumkan Provinsi Sumatera Utara dalam ajang YSC 2015 di Yogyakarta pada 16-18 November 2015 lalu.

Yayasan Chandra Kusuma menggelar konferensi pers yang digelar, Senin (25/4). Hadir dalam konferensi pers Ketua Yayasan Chandra Kusuma Malahayati Holland, Wilbert Osmond, guru pembimbing dan matematika Wilbert, Sungguh Ponten, dan ibunda Wilbert, Anni Wahidi.

Ketua Yayasan Chandra Kusuma Malahayati Holland mengungkapkan pada dasarnya semua anak mempunyai bakat dan ketertarikan apakah di bidang musik, suara, menggambar, dalam pelajaran misalnya sains atau matematika.

“Fungsi sekolah adalah memfasilitasi pembelajaran anak-anak , mendorong anak untuk mencapai ketertarikan dan mengembangkat bakat anak. Wilbert Osmond lah yang memiliki ide tersebut, ia mentori bersama guru pembimbingnya. Pada akhirnya ini adalah hasil kerja keras Wilbert Sendiri dan Wilbert adalah orang yang bekerja keras dan pantang menyerah,” ungkap Malahayati.

Malahayati mengungkapkan pihak sekolah mendukung penuh setiap minat atau ketertarikan anak-anak pada bidangnya. Dan Wilbert memberikan hasil yang luar biasa pada bidang yang ia gemari. Tak lupa pula dukungan penuh dari orangtua Wilbert yang terus memotivasi dan membimbingnya di rumah.

“Tanpa dukungan dari orangtua mungkin Wilbert juga tidak akan ada disini. Pihak sekolah membantu memfasilitasi. Dan juga Wilbert sendiri mempunyai kemauan yang keras untuk meraih apa yang ia inginkan,” jelas Malahayati.

Sebagai guru matematika dan guru pembimbing Sungguh Ponten mengungkapkan prestasi yang diraih Wilbert tidak datang secara tiba-tiba.

“Wilbert dan saya membuat jadwal reguler misalnya tiga kali seminggu untuk berlatih, berdiskusi, tentang ide-ide yang Wilbert ungkapkan. Ia berlatih keras untuk bisa seperti sekarang ini,” ungkap Sungguh.

Wilbert Osmond siswa kelas 11 SMA Chandra Kusuma Medan adalah anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan Herman Cu dan Anni Wahidi. Ibunda Wilbert, Anni mengungkapkan Wilbert sejak kecil sudah mempunyai kemauan yang keras. Diungkapkan ibunda, Wilbert adalah anak yang agak pendiam di rumah tetapi memang menyukai sains dan matematika sejak kecilnya.

“Wilbert sehari-hari agak pendiam. Karena memang kebanyakan mengikuti lomba terus dan hanya di depan laptop. Tetapi ada juga waktunya untuk nonton televisi, dan segala macam. Tetapi kalau sudah mendekati lomba memang kebanyak di kamar belajar untuk persiapan lomba . Jadi kita sebagai orangtua kita membiarkan Wilbert secara privasi,” ungkap Ibunda Wilbert.

Anni menceritakan awal mula putra pertamanya mempunyai motivasi yang kuat dalam belajar sudah terlihat sejak playgroup di Sutomo. Anni mengungkapkan ketika belajar menulis di playgroup nilai yang diberikan guru merupakan dalam bentuk gambar.

“Tulisannya jelek dapat gambar apa, tulisannya bagus dapat gambar apa. Jadi Wilbert bertanya ditulisan dia kenapa mendapat gambar ini. Saya pun kurang mengerti dan bertanya ke miss playgroup ternyata artinya ini. Lalu saya beritahu Wilbert arti gambar ini dapat nilai segini,” cerita Anni.

Setelah Anni memberitahu arti gambar tersebut pada Wilbert, Wilbert langsung menyuruh ibunya menghapus semua gambar di buku tulis tersebut. Dan Wilbert kembali menulis dengan tulisan yang lebih bagus lagi.

“Jadi sebelum menulis ke buku, Wilbert selalu belajar di kertas dulu. Begitu bagus lalu dipindahkan ke buku. Dari kecil memang niat menjadi the best itu sudah kelihatan,” ungkap Ibunda Wilbert.

Ibunda Wilbert juga menuturkan ketika sekolah dasar, guru Wilbert memberitahukan kepadanya bahwa Wilbert pada saat itu sangat pendiam tetapi sangat cerdas hanya saja kurang percaya diri.

“Jadi seiring berkembangnya waktu, tidak menyangka kini Wilbert mendapat medali emas tingkat dunia. Prestasi yang sangat membanggakan buat kami sebagai orangtua, tidak menyangka padahal aslinya Wilbert pendiam,” ungkap Anni.

Wilbert Osmond  saat ini sudah berhasil dari kerja kerasnya dan meraih medali emas di ajang International Conference of Young Scientists (ICYS) 2016 di Cluj-Napoca, Rumania bidang Computer Science dengan penelitian berjudul “Chaotic Caesar Encryption”.

Wilbert mengungkapkan kerja keras dan hasil yang didapat di apresiasi. Memenangkan medali emas tidak mudah. Setelah lulus mengikuti lomba tingkat nasional, sejak saat itu Wilbert berkonsentrasi dan  mempersiapkan diri dengan matang untuk mengikuti ICYS di Rumania.

“Saya bertemu guru pembimbing, konsentrasi belajar, mempersiapkan energi. Jujur saat itu banyak pertanyaan, merombak, dan saya juga stress. Tetapi saya memotivasi diri saya untuk bisa meraih itu,” ungkap Wilbert.

Wilbert menjelaskan ada sekitar 30 negara seperti Jerman, Belanda, Serbia, Thailand, Singapura dll. Bagi Wilbert Negara yang menjadi lawan terberat adalah Serbia, Jerman dan Belanda.

Ketika ditanya apa yang membuat Wilbert bisa meraih medali emas atas penelitiannya, ia menuturkan tidak terlalu mengetahui bagaimana penilaian juri dan ia hanya bekerja semaksimal mungkin.

“Mungkin yang membuat saya memenangkan dari mulai metodologi saya, persentasi, kesulitan ide, persiapan dari awal yang matang dan tentunya harus meyakinkan diri sendiri yang terbaik. Mempercayai riset kita kita yang terbaik, dengan percaya membuat persentasi kita lebih confident,” ungkap Wilbert.

Wilbert juga termotivasi lewat doa yang ia ucapkan ketika mendapatkan medali perunggu di ajang yang sama ICYS 2015 lalu di Serbia. Saat itu Wilbert terus memotivasi diri untuk meraih medali emas dan dapat terkabul di ICYS 2016 ini.

Tidak di apresiasi Pemerintah

Ketika ditanya, perhatian dan apresiasi pemerintah terhadap prestasi membanggakan Wilbert di dunia, Ketua Yayasan Chandra Kusuma, Malahayati sangat menyayangkan hal itu sama sekali tidak ada. Hingga saat ini seluruh keperluan Wilbert untuk ajang bergengsi di dunia ditanggung pihak sekolah dan orangtua.

“Kalau semacam beasiswa tidak pernah ada dari pemerintah. Masih banyak siswa yang berprestasi namun tidak bisa melanjutkan karena terbentur biaya. Dan kami dari sekolah terus mendukung Wilbert,” ungkapnya.

Malahayati berharap kedepannya agar pemerintah bisa memusatkan perhatian kepada anak-anak yang membanggakan daerahnya dan membawa nama Indonesia di kancah Internasional.

“Apapun kedepannya yang ingin dilakukan Wilbert kami selalu mendukung. Semoga Wilbert dapat terus meraih prestasi yang gemilang di dunia. Jika makin banyak siswa berprestasi maka perhatian pemerintah juga harus ekstra. Jangan sampai anak-anak berprestasi kita memilih meneliti ke luar. Sudah saatnya Indonesia maju dibidang penelitian oleh anak-anak bangsa yang berprestasi,” pungkas Malahayati. Alisa Medina



**Sedikit berpose bareng juara dunia dulu hehe ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar