Kamis, 21 April 2016


 "Lenyap Dalam Sunyi"
KARYA ANAK NEGERI AJAK CINTA ALQURAN


“Setiap film yang dibuat seorang fisabilillah, selalu ada dakwah dari sudut pandang Islam mengenai film itu sendiri


Menceritkan seorang sahabat dan kekonyolan persahabatan mereka, walaupun sering mengalami permasalahan mengenai perbedaan pendapat tak ada niat diantara mereka untuk memutuskan silahturahim. Malahan sahabat yang baik adalah cerminanan dari sahabatnya, maka beruntunglah memiliki sahabat yang saling ingat - mengingatkan dalam kebaikan.

Prana tokoh utama adalah mahasiswa pada umumnya mencintai Rasulnya sekedar, mencintai Tuhannya sekedar, mencintai Islam sekedar. Sahabatnya Bardi satu kampus yang selalu menjadi teman debatnya, tak bosan - bosannya menjadi lawan perang pemahaman akan segala hal, dari mulai hal sepele sampai hal yang amat penting untuk didiskusikan, pelecehan Alquran misalnya oleh sebagian umat. Konflik terjadi saat muncul berita tentang pembuatan trompet dari bahan cover Alquran. Klimaks cerita terjadi ketika Prana meragukan niat Bardi membaca Alquran hanya untuk mendapatkan pujian dari orang-orang. Film Lenyap Dalam Sunyi adalah sebuah drama tentang persahabatan, menjelaskan sisi lain mimpi dari pandangan Islam.

Sutradara Film Lenyap Dalam Sunyi Muhammad Fajruchi K mengungkapkan alasan mengambil cerita tentang Islam, karena sesuai dengan visi dari Fisabilillah sendiri, yaitu "menciptakan karya-karya yang menginspirasi seluruh umat manusia", dan setiap film yang Fisabilillah buat, selalu ada dakwah dari sudut pandang Islam mengenai film itu sendiri.

“Dalam film ini, kami mencoba menceritakan bahwa mimpi itu tidak selamanya hanya sekedar bunga mimpi begitu saja. Kami ingin menyampaikan sesuatu bahwa mimpi itu memiliki makna untuk kehidupan di dunia,” ungkapnya.

Pesan yang ingin disampaikan lewat film ini masyarakat yang menonton film ini dapat kembali mencintai kitab suci Alquran dan memuliakan lagi untuk membacanya.

Penulis Skenario "Lenyap Dalam Sunyi" yaitu Rohmat Rodiyat yang diadaptasi dari ide cerita AIZEINDRA. Seluruh pemain asli warga Medan yang dilakukan Open Casting untuk dijadikan pemain. Proses produksi Film "Lenyap Dalam Sunyi"  dilakukan setiap minggu dan mulai syuting dari tanggal 28 Februari 2016.

“Alhamdulillah kesulitan selama proses syuting tidak begitu banyak. Jadwal syuting yang dibuat oleh produser, Alhamdulillah terlaksana. Jika dihitung secara rutin, kami melakukan syuting selama 3 hari,” jelas Fajruchi.

Fajruchi mengungkapkan Film Lenyap Dalam Sunyi sedang diusahakan untuk tayang perdana di Medan dalam waktu dekat ini atau akhir bulan April.

Film Lenyap Dalam Sunyi baru-baru ini juga mendapat juara 1 di "Short Film Islamic Festival” di Bandung " tanggal 17 April kemarin.

“Awalnya kami hanya browsing-browsing mengenai festival-festival film, kemudian karena temanya pas dengan film "Lenyap Dalam Sunyi", ya tidak ada salahnya untuk coba di ikutkan, sekalian memperkenalkan film "Lenyap Dalam Sunyi" diluar kota Medan. Alhamdulillah rezeki film "Lenyap Dalam Sunyi" mendapat juara 1,” pungkas Fajruchi. Alisa Medina


Details Cast and Crew
Penulis : Rohmat Rodiyat
Produser : Iqbal Fahlevi
Sutradara : Muhammad Fajruchi K
Pemain :
MUHAMMAD SURYA AKMAL sebagai PRANA
FAJAR PRASETYA sebagai BARDI
HUSNA KHAIRIYAH sebagai ZIYA
REDNO ADRIANI sebagai SUKMA
SAFRIZAL sebagai PAK KANTIN
Lokasi syuting : sekitar kampus USU dan kawasan rumah produser tepatnya daerah Medan Amplas





Tidak ada komentar:

Posting Komentar