KARYA ANAK NEGERI
AJAK CINTA ALQURAN
“Setiap
film yang dibuat seorang fisabilillah, selalu ada dakwah dari sudut pandang
Islam mengenai film itu sendiri “
Menceritkan
seorang sahabat dan kekonyolan persahabatan mereka, walaupun sering mengalami
permasalahan mengenai perbedaan pendapat tak ada niat diantara mereka untuk
memutuskan silahturahim. Malahan sahabat yang baik adalah cerminanan dari
sahabatnya, maka beruntunglah memiliki sahabat yang saling ingat - mengingatkan
dalam kebaikan.
Prana tokoh utama
adalah mahasiswa pada umumnya mencintai Rasulnya sekedar, mencintai Tuhannya
sekedar, mencintai Islam sekedar. Sahabatnya Bardi satu kampus yang selalu
menjadi teman debatnya, tak bosan - bosannya menjadi lawan perang pemahaman
akan segala hal, dari mulai hal sepele sampai hal yang amat penting untuk
didiskusikan, pelecehan Alquran misalnya oleh sebagian umat. Konflik terjadi
saat muncul berita tentang pembuatan trompet dari bahan cover Alquran. Klimaks
cerita terjadi ketika Prana meragukan niat Bardi membaca Alquran hanya untuk
mendapatkan pujian dari orang-orang. Film Lenyap Dalam Sunyi adalah sebuah
drama tentang persahabatan, menjelaskan sisi lain mimpi dari pandangan Islam.
Sutradara Film
Lenyap Dalam Sunyi Muhammad Fajruchi K mengungkapkan alasan mengambil cerita
tentang Islam, karena sesuai dengan visi dari Fisabilillah sendiri, yaitu
"menciptakan karya-karya yang menginspirasi seluruh umat manusia",
dan setiap film yang Fisabilillah buat, selalu ada dakwah dari sudut pandang
Islam mengenai film itu sendiri.
“Dalam film ini,
kami mencoba menceritakan bahwa mimpi itu tidak selamanya hanya sekedar bunga
mimpi begitu saja. Kami ingin menyampaikan sesuatu bahwa mimpi itu memiliki
makna untuk kehidupan di dunia,” ungkapnya.
Pesan yang ingin
disampaikan lewat film ini masyarakat yang menonton film ini dapat kembali
mencintai kitab suci Alquran dan memuliakan lagi untuk membacanya.
Penulis Skenario
"Lenyap Dalam Sunyi" yaitu Rohmat Rodiyat yang diadaptasi dari ide
cerita AIZEINDRA. Seluruh pemain asli warga Medan yang dilakukan Open Casting untuk
dijadikan pemain. Proses produksi Film "Lenyap Dalam Sunyi" dilakukan setiap minggu dan mulai syuting dari
tanggal 28 Februari 2016.
“Alhamdulillah
kesulitan selama proses syuting tidak begitu banyak. Jadwal syuting yang dibuat
oleh produser, Alhamdulillah terlaksana. Jika dihitung secara rutin, kami
melakukan syuting selama 3 hari,” jelas Fajruchi.
Fajruchi
mengungkapkan Film Lenyap Dalam Sunyi sedang diusahakan untuk tayang perdana di
Medan dalam waktu dekat ini atau akhir bulan April.
Film Lenyap Dalam
Sunyi baru-baru ini juga mendapat juara 1 di "Short Film Islamic Festival”
di Bandung " tanggal 17 April kemarin.
“Awalnya kami
hanya browsing-browsing mengenai festival-festival film, kemudian karena temanya
pas dengan film "Lenyap Dalam Sunyi", ya tidak ada salahnya untuk
coba di ikutkan, sekalian memperkenalkan film "Lenyap Dalam Sunyi"
diluar kota Medan. Alhamdulillah rezeki film "Lenyap Dalam Sunyi"
mendapat juara 1,” pungkas Fajruchi. Alisa Medina
Details
Cast and Crew
Penulis : Rohmat
Rodiyat
Produser :
Iqbal Fahlevi
Sutradara
: Muhammad Fajruchi K
Pemain :
MUHAMMAD
SURYA AKMAL sebagai PRANA
FAJAR
PRASETYA sebagai BARDI
HUSNA
KHAIRIYAH sebagai ZIYA
REDNO
ADRIANI sebagai SUKMA
SAFRIZAL
sebagai PAK KANTIN
Lokasi
syuting : sekitar kampus USU dan kawasan rumah produser tepatnya daerah Medan
Amplas




Tidak ada komentar:
Posting Komentar