Senin, 21
September 2015
Akhirnya
karena ngeyel dibilangin berobat ke dokter terus ditambah beraktivitas yang
lebih padat selama tiga hari berturut-turut dari hari Kamis, Jumat, Sabtu, dan
Minggu dan juga pulang malam kehujanan akhirnya sakit. Yang dilakukan hanya
bisa berbaring di tempat tidur alias bedrest total. Tetapi karena ga ingin alfa
harus ke kantor juga sebentar habis tu pulang lagi ke rumah istirahat lagi. Ya
hanya istirahat supaya besoknya baikkan.
Selasa, 22
September 2015
Aku mengira akan sembuh, dan malah ingin
kesana kemari tapi pusing, pilek, batuk, plus demam tak kunjung hilang dan
alhasil akhirnya berobat ke dokterla, klinik dekat rumah itu. Malah tambah
parah dan hanya bisa pasrah di tempat tidur. Akhirnya setelah makan obat hanya
tidur, tidur dan tidur.
Rabu, 23 September
2015
Hari ini sebagian umat Islam khususnya
Muhammadiyah sudah merayakan hari raya Idul Adha. Sementara kami yang mengikuti
pemerintah besok baru hari rayanya. Dan hari ini sudah agak baikkan. Hanya masing
pusing dan flu saja. Tetapi itu dipaksain ingin kerja rumah alias beres-beres
sebelum hari raya. Tetapi betul, enggak sanggup sama sekali. Hari ini juga
masak-masak sederhana buat hari raya, yaitu lontong. Dan apalagi ya hari ini? Ya
cuma itu saja. Padahal pengen lagi beraktitas yang padat.
Kamis, 24
September 2015
Takbir berkumandang
tanda hari ini sudah hari raya Idul Adha 10 Dzhulhijjah 1436 H. Tahun ini tahun
yang sangat tak bersemangat disamping juga kondisi badan tidak sehat, dan juga
tidak bisa sholat akibat si tamu bulanan datang. Yasudah dari pagi saya sudah
bersih-bersih rumah disaat keluarga pada sholat ied. Setelah sholat ied jam-jam
10 ke rumah pakde yang berada di tembung. Main-main sama sepupu yang paling
enduth, lucu, menggemaskan si hompapa. Sekitar jam setengah 4 akhirnya harus
pulang. Tetapi karena jalan pulang searah ke rumah Ma Angah, abangnya papa,
akhirnya silaturahmi juga ke tempat Ma Angah yang berada di jalan Bajak.
*kebetulan pergi dan pulangnya memang lewat jalan tol jadi cepat sampenya.
Setelah sampai rumah Ma Angah, tiba-tiba buka
tv dan liat Breaking News “200aan Jamaah Haji tewas terinjak-injak saat
melempar jumroh di Mina”. Kebayang rasanya saat itu kaget terus terasa lemas. Karena
saudara pada nelpon nanya kabar si mbah yang memang saat itu berada di Mina. Mbah
saat itu dihubungi enggak ngangkat teleponnya, di sms juga ga dibalas. Sedangkan
om yang nelpon mama uda nangis. Tambah lemeslaa ni dengkul ku. Akhirnya dari
buka berita sekitar jam 4 sore sampai jam 5 lewat barulah mbah balas sms dari
mama dan rasanya itu lega banget dah. Alhamdulillah mbah ga kenapa-kenapa
karena mbah digantikan melempar jumrohnya oleh seorang bapak-bapak yang
menurutku mungkin baik banget. Ikhlas bantuin si mbah. Dan bapak-bapak itu juga
ga kenapa-kenapa. Karena memang jamaah Indonesia tidak melewati jalur tersebut
dan melempar jumroh pas malam-malam, jadi memang agak sepi. #PrayforMina sampai sekarang diberita sudah 700lebih jamaah haji tewas.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar